5 Mitos Tentang Masa Subur Di Kalangan Masyarakat Kita

Masa subur kerap kali dihubungkan dengan mitos-mitos yang kebanyakan masih belum terbukti kebenarannya. Bagi anda yang memang sudah siap merencanakan kehamilan, ada baiknya jika anda juga menambah pengetahuan mengenai masa subur dengan membaca banyak referensi, agar tidak dipusingkan dengan sejumlah mitos yang beredar. Di bawah ini adalah sejumlah mitos mengenai masa subur beserta penjelasannya. 


  1. Ovulasi Terjadi pada Hari ke-14 Siklus Menstruasi
    Pendapat ini sebenarnya tidak berlaku secara umum karena kita tahu bahwa setiap wanita mengalami masa haid yang berbeda dan masa ovulasi tentu saja bisa terjadi pada waktu yang berbeda dari siklus menstruasi sekarang dengan siklus menstruasi yang selanjutnya di bawah ini ada setidaknya dua cirri yang dapat anda jadikan acuan, yakni :
    •  Menentukan siklus terpendek dan terpanjang haid anda. 
    • Cairan leher vagina bertambah banyak, elastic dan jernih. Saat cairan tersebut berwarna keabu-abuan, kental dan lengket, maka kesuburan anda telah mengalami pengurangan. 
  2. Wanita Hanya Bisa Dibuahi Pada Periode 1 Hari dalam Siklus Menstruasi
    Sel sperma mampu hidup sampai 5 hari dalam sistem reproduksi. Sementara ovarium yang mampu melepaskan sel telur sebanyak dua kali hanya mampu bertahan selama 24 jam saja. Jadi, pembuahan dapat terjadi pada periode 5 hari sebelum ovulasi dan dua hari setelahnya. 
  3. Memperhatikan Perubahan Suhu Tubuh Untuk Mengetahui Masa Subur
    Perubahan suhu tubuh sebenarnya tidak bisa dijadikan acuan akurat untuk menentukan masa subur karena tidak semua wanita mengalaminya. Namun, mitos ini mengatakan bahwa masa subur terjadi sehari sebelum suhu tubuh mengalami penurunan dan sehari setelah suhu tubuh mengalami penaikkaan. Akan tetapi, karena hal ini tidak begitu akurat, maka sebaiknya anda perlu memperhatikan perubahan cairan pada leher vagina saja untuk mengetahui kapan masa subur terjadi. 
  4. Stres Dapat Menyebabkan Wanita Tidak Subur
    Sebenarnya secara tidak langsung, stress akan menyebabkan wanita tidak subur. Hanya saja, stress ini dapat mempengaruhi hormone yang akan berperan pada ovulasi sehingga ovulasi mengalami penundaan. Jadi, jika memang anda ingin memiliki momongan, jauhkan diri anda dari stress. 
  5. Menopause Terjadi Karena Sel Telur Sudah Tidak Ada 
    Sebenarnya, menopause terjadi bukan karena sel telur sudah habis. Pasalnya, wanita sendiri terlahir dengan membawa 400.000 sel telur. Keadaan menopause ini terjadi karena tubuh tidak lagi bereaksi terhadap hormone yang memiliki peran pada saat melakukan pematangan sel telur. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Mitos Tentang Masa Subur Di Kalangan Masyarakat Kita"

Posting Komentar