Lima Tanda Ketika Anak-anak Merasa Stres

Ketika orang dewasa merasa stres, apa yang biasanya meereka lakukan? Jalan-jalan? Pergi belanja? Mengurung diri? Ngomel-ngomel? Atau duduk di pojokan sambil menangis? Lupakan itu semua, tahukah anda bahwa anak-anak usia dini pun bisa mengalami stres layaknya orang dewasa?
Tentu saja kadar stres pada anak-anak berbeda dari stres yang dialami orang dewasa pada umumnya. Namun jika ini dibiarkan, atau bahkan tidak disadari orang tua, bukan tidak mungkin anak-anak akan mengalami gangguan kesehatan yang fatal.

"Ini dia tanda-tandanya ketika anak-anak merasa stres"
  •  Menangis
Biasanya orang tua langsung terpancing emosi bila anak-anak mulai rewel lalu menangis tanpa sebab yang jelas. Sebaiknya anda bicara dengan lembut dan tanyakan perasaan anak saat itu. Bisa jadi ada sesuatu yang membuat anak merasa tidak nyaman, namun ia sulit mengungkapkannya.
  •  Enggan patuh
Ketika Mom merasa kesal karena anak sering mengabaikan kata-kata anda atau pura-pura tidak mendengar, ini mungkin karena anak merasa sama kesalnya dengan anda, dan pasti beda penyebabnya.
Stres bisa terjadi karena anak merasa jenuh dengan banyak aturan, larangan, serta tuntutan dari orang dewasa atau lingkungan sekitarnya. Karena berpikir tidak ada yang mengerti perasaannya, maka anak memilih untuk berlaku cuek dan semaunya sendiri, dengan harapan orang tua mau bersikap sedikit lebih lunak padanya.
  • Mendadak hiperaktif
Kadang-kadang stres pada anak usia dini diekspresikan dengan cara yang disebut orang tua "nakal". Anak kecil yang mengalami stres cenderung suka berteriak-teriak marah, sengaja menimbulkan keributan atau kekacauan, bersikap agresif, namun sekaligus sensitif.
Kebanyakan stres yang dialami anak dengan sikap hiperaktif itu dikarenakan kurangnya perhatian dalam keluarga, lingkungan sekolah, atau kejenuhan pada suasana atau orang-orang di sekitarnya. Berharap lebih diperhatikan, anak-anak sengaja membuat gaduh dan bersikap lebih "nakal".
  •  Murung
Ada juga anak-anak yang tampak tenang, tidak bertingkah, namun sebenarnya mengalami stres. Anda bisa mengenali tanda-tandanya dari ekspresi wajahnya yang sering murung, berkurangnya selera makan, atau tidur yang tidak nyenyak. Beberapa anak juga mengalami mimpi buruk saat sedang stres.
Kebiasaan dan sikap anak-anak yang sedang stres umumnya berubah. Mereka cenderung lebih bergantung pada orang tua dan enggan melakukan aktivitas dengan orang lain, bahkan teman sebayanya.
  •  Sakit
Siapa bilang anak-anak bisa sakit kepala cuma karena kehujanan? Sama seperti orang dewasa pada umumnya, ketika merasa tertekan, anak-anak juga mengalami sakit kepala, sakit perut, atau merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.
Nah, setelah mengenali tanda-tanda stres pada anak usia dini, Mom bisa lebih perhatian lagi terhadap setiap perubahan sikap anak anda. Tak ada gunanya sering memarahi anak. Alangkah baiknya untuk tetap berlaku lembut dan memberi rasa nyaman pada anak dengan selalu mengajak anak berkomunikasi, bukan sekadar memerintah, menggurui, dan menasehati, sehingga Mom bisa lebih mengerti perasaan anak. (Source: www.vemale.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lima Tanda Ketika Anak-anak Merasa Stres"

Poskan Komentar