Si Cina AHOK Yang Katanya "Kafir" Ternyata Orang Hebat

Si Cina AHOK Yang Katanya "Kafir" Hmm.. Bisa dibilang, aku ini ialah FBA atau Fans Berat Ahok. Untuk aku Ahok merupakan orang hebat. Kafir atau enggak itu urusan dia dan Tuhannya bukan urusan kita.

Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama


Tak usah berkata bagaimanakah beliau membongkar birokrasi & meng-hantam budaya korupsi yg sejauh ini jadi rumah para tikus berdasi, itu narasi basi. Ada perihal yg aku kagumi yg jauh lebih dalam dari itu.

Aku hidup kepada zaman di mana kebencian kepada keturunan Cina demikian mendalam di dada sebahagian gede orang. Aku tak tahu dengan cara apa asal muasalnya, tetapi kebencian itu walaupun tak tersampaikan secara terbuka, cuma jadi bisik-bisik tetangga kini bukan rahasia lagi, bahwa keturunan Cina yakni satu buah momok. Tidak Sedikit ungkapan2 mengejek yg dahulu tidak jarang aku dengar & senantiasa jadi bahan guyonan, seperti "masih mungil kok sdh menjadi Cina, besar nya kelak menjadi apa.." Aku rata-rata cuma senyum kecut di tengah tertawa terbahak2 orang kira kira. & ini seperti doktrin yg diteruskan dari generasi ke generasi.

Dendam makin kesumat manakala tidak sedikit keturunan Cina yg kaya2. & makin kesumat lagi kala nyata-nyatanya mereka itu jadi pengemplang, jadi bandar judi & tidak sedikit kriminil kerah putih yang lain. Seakan2 telah digariskan bahwa keturunan Cina itu ya seperti itu, bajingan seluruhnya. Lebih-lebih waktu menonton sejumlah aparat hukum yg bersama mudahnya dibeli oleh mereka yg keturunan Cina.

Aku yg terhadap dasarnya tak menyukai menonton ada penindasan, kadang jadi pelindung sahabat aku yg keturunan Cina. Tak segan kadang kepalan tangan ini melayang manakala telinga aku sakit mendengar ejekan yg telah kepada taraf menghina & serta-merta ditujukan terhadap orangnya. Paling sopan, aku tinggal orang yang senang menghina itu biarpun beliau sohib sendiri & aku anggap aku tak tepat bergaul dengannya.

Disitulah timbul empati yg mendalam. Untuk aku, bajingan itu sifat mendasar manusia ingin itu Cina, Sunda, Arab, Batak, Jawa & apapun suku pula ras-nya. Janganlah seterusnya saat ia keturunan Cina, bencinya makin tinggi tetapi seandainya yg sunda benci biasa2 saja. Itu terlampaui subjektif & tak adil.

Kata2 keturunan Cina diperhalus jadi keturunan Tionghoa. Itu kerjaan model orde baru yg senantiasa memperhalus bahasa seperti pelacur jadi PSK, namun esensinya sama saja, & tak berada kepada akar masalah. Bukan itu. Malah untuk aku, istilah2 itu cuma untuk manis2 bibir saja, tetapi hatinya masihlah menaruh bara. Bertanya saja, apa dikala ada masalah kriminil kerah putih yg dilakukan keturunan Cina setelah itu mereka memaki bersama bahasa bahwa mereka keturunan Tionghoa ? Tak pun. Cina ya cina.

Aku demikian heran dgn sekat yg demikian tebal yg bernama pribumi & non pribumi. Sekat itu bias utk aku. Konsisten keturunan arab dinamakan pribumi atau non pri ? Yg keturunan bule dikit namun kulitnya telah hitam itu pri atau non pri ? Mereka dapat dianggap pribumi namun mengapa keturunan Cina tetaplah non pribumi ? Menjadi konsisten definisi pri & non pri ini apa tepatnya ?

& disinilah aku kagum mendalam terhadap seseorang Ahok.

Beliau tak seperti sebahagian komunitasnya, yg bersama malu-malu menyebutkan bahwa mereka keturunan Tionghoa & tolong janganlah dinamakan Cina. Ahok bersama lantangnya berbicara, "Gua Cina tetap lu ingin apa ?"

Utk aku, kepercayaan diri Ahok itu sama saja dgn, "Aku arek Suroboyo, lapo kon ?" Atau, "Awak anak Medan, ingin apa kau ?" Atau yg yang lain. Mengalir bebas tidak dengan rutinitas. Kalem namun memporak-porandakan sekat. Tak ada sedikitpun ketakutan dapat sejarah histori bahwa keturunan Cina senantiasa jadi korban terparah dalam kerusuhan etnis mulai sejak th 65 hingga th 98.

Ahok tak mengupayakan seperti sebahagian komunitasnya yg cobalah berbaik2 dgn kaum bersorban - yg merasa amat pribumi namun ia pun keturunan arab - agar dianggap salah satu bidang dari mereka. Ahok benar2 tipikal main-main hantam & pembangkang aturan. & ia benar. Poin utamanya bukan masalah ia Cina atau bukan. Poin utamanya ialah, "Elu itu manusia apa bukan ?"

Manusia yg dimaksud disini tentu nya mahluk yg mengerti fitrahnya bahwa beliau bukan tikus yang senang menggerogoti, bukan babi yg gemar main-main di ruang kumuh, bukan serigala yg gemar mencabik mangsa bersama berkelompok, & bukan sejenis binatang. Namun manusia yg dipenuhi akal & nurani bahwa beliau mesti mempertanggung-jawabkan seluruh kelak di hadapan Tuhan. Itu poin pentingnya. Menjadi, buat apa berbaik2 bersama manusia setengah binatang kalau kita benar2 mendalami kodrat sesungguhnya manusia ?

Ahok membalik seluruhnya anggapan bahwa seluruh keturunan Cina itu bajingan, bangsat yg berwajah hewan. Dirinya menunjukkan bahwa jadi binatang itu tak butuh berwajah Cina, tetapi pula berwajah Batak, Sunda, Jawa, Betawi, Arab, Papua & semuanya. Wajah2 yg bersembunyi dibalik kebanggaan kata "pribumi" tetapi sejatinya maling gila2an.

& kamu tahu siapa yg pula kaget tidak hanya mereka yg mempunyai anggapan dia pribumi ? Komune keturunan Cina yg ketakutan bahwa apa yang dilakukan Ahok mampu jadi bumerang. Mereka dengan cara spontan menempa barisan melawan Ahok & beranggapan apa yang dilakukan Ahok sungguh gitu banget.

Untuk aku, inilah genre baru yg dimainkan. Bosan bersama Jazz yg mendayu2 atau pop dgn bahasa cintanya yg palsu, Ahok datang memainkan Thrash Metal. Dia yaitu Kreator di era-nya. Dirinya yaitu Korn bersama musik yg hingar bingar. Beliau mendobrak tidak sedikit kemapanan. Para ortu segera menutup telinga anak2nya biar tak mendengar syair2 yg mereka anggap merusak jiwa. Namun di sudut lain, mereka yg toleran & berjiwa bebas, jalankan head banging mengikuti iramanya.

Itulah mengapa aku nge-fans bersama Ahok. Mengingatkan aku dikala remaja memenuhi dinding kamar aku dgn poster2 pemusik Rock dari beragam aliran & dentuman bass drum bersama double speed pedal yg menggoyangkan dinding kamar. Ortu beranggapan aku mengikuti aliran setan, sedang aku menganggapnya pemberontakan dari kemunafikan.

& aku amat sangat menghormati proses perjuangan Ahok yg aku percaya amat tak enteng, lebih keras dari orang biasa. Diremehkan, dibenci, di lihat aneh merupakan makanannya bahkan sejak dirinya belum jadi remaja. Tetapi seluruhnya itu tak membuatnya dendam. Seluruh itu malah membuatnya jadi sosok yg hangat yg hatinya hancur diwaktu ada ketimpangan. Dirinya memperbaiki puing2 berserakan yg selagi ini dibiarkan & dipelihara buat dibentur2kan. Beliau cobalah menyeimbangkan seluruhnya ketidak-adilan yg tidak dengan terasa telah jadi besi berkarat di hati sebahagian manusia.

Aku tak melebih-lebih kan. Inilah pandangan paling baik yg sanggup aku kemukakan. & aku percaya, tidak sedikit pun yg tak setuju, tetapi siapa elu ? Saudara bukan, nenek gua pula bukan. Daripada sibuk membantah gua yg sedang asyik minum kopi, tambah baik lu cari tahu, mengapa Ibas senantiasa gunakan pakaian lengan panjang..

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Si Cina AHOK Yang Katanya "Kafir" Ternyata Orang Hebat"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. yes...banget! sampeyan benar..bro! ayooo...dilanjut..bro!
    wekwekwek.....@yon_wahyu

    BalasHapus
  3. Iyo aku yo setuju kok kro mas bro srbyo hohoho ๐ŸŽ…๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus